A. Sistem
perekonomian merupakan suatu hal penting,karena akan mempengaruhi kegiatan
bisnis dijalankan. Kegiatan bisnis itu meliputi :
• Merkantilisme
Merkantilisme adalah suatu sistem politik
ekonomi yang sangat mementingkan perdagangan internasional dengan tujuan untuk
memperbanyak aset dan modal yang dimiliki suatu negara. Merkantilisme tertuang
dalam peraturan negara yang berbentuk proteksionime dan politik kolonial demi
neraca perdagangan yang menguntungkan. Pemerintah negara mendukung ekspor
dengan insentif dan menghadang import dengan tarif. Kekayaan dan kemakmuran suatu negara diukur
dari perbandingan ekspor impornya yang digambarkan dengan jumlah kapital dari
logam mulia, mineral berharga dan komoditas lainnya. Seolah-olah
ekspor dan impor berada dalam suatu timbangan di mana jika ekspor berlebih meka
neraca perdangangan dianggap untung. Dengan adanya keuntungan maka terjadi
peningkatan pendapatan negara yang harus dibayar & diimbangi secara tunai
dengan emas• Kapitalisme
Kapitalisme adalah suatu sistem ekonomi yang mengatur proses produksi dan pendistribusian barang dan jasa. Teori yang saling bersaing yang berkembang pada abad ke-19 dalam konteks Revolusi Industri, dan abad ke-20 dalam konteks Perang Dingin, yang berkeinginan untuk membenarkan kepemilikan modal, untuk menjelaskan pengoperasian pasar semacam itu, dan untuk membimbing penggunaan atau penghapusan peraturan pemerintah mengenai hak milik dan pasaran.
• Komunisme
Komunisme adalah sebuah ideologi. Penganut paham ini berasal dari Manifest der Kommunistischen yang ditulis oleh Karl Marx danFriedrich Engels, sebuah manifesto politik
yang pertama kali diterbitkan pada 21 Februari 1848 teori
mengenai komunis sebuah analisis pendekatan kepada perjuangan kelas (sejarah dan masa kini) dan ekonomi kesejahteraan yang
kemudian pernah menjadi salah satu gerakan yang paling berpengaruh dalam dunia
politik.
Komunisme pada awal kelahiran adalah sebuah
koreksi terhadap paham kapitalisme di awal abad ke-19, dalam suasana yang menganggap
bahwa kaum buruh dan
pekerja tani hanyalah
bagian dari produksi dan
yang lebih mementingkan kesejahteraan ekonomi. Akan tetapi, dalam perkembangan
selanjutnya, muncul beberapa faksi internal dalam
komunisme antara penganut komunis teori dan komunis revolusioner yang
masing-masing mempunyai teori dan cara perjuangan yang berbeda dalam pencapaian masyarakat sosialis untuk
menuju dengan apa yang disebutnya sebagai masyarakat utopia.
• Sosialisme
Sosialisme atau sosialis adalah sistem sosial dan ekonomi yang ditandai dengan kepemilikan sosial dari alat-alat produksi dan manajemen koperasi ekonomi,serta teori politik dan gerakan yang mengarah pada pembentukan sistem tersebut. "Kepemilikan sosial" bisa merujuk ke koperasi, kepemilikan umum, kepemilikan negara, kepemilikan warga ekuitas, atau kombinasi dari semuanya. Ada banyak jenis sosialisme dan tidak ada definisi tunggal secara enskapitulasi dari mereka semua. Mereka berbeda dalam jenis kepemilikan sosial yang mereka ajukan, sejauh mana mereka bergantung pada pasar atau perencanaan, bagaimana manajemen harus diselenggarakan dalam lembaga-lembaga yang produktif, dan peran negara dalam membangun sosialisme.
• Facisme
Facisme (/ fæʃɪzəm /) adalah, gerakan radikal ideologi nasionalis otoriter politik. Fasis berusaha untuk mengatur bangsa menurut perspektif korporatis, nilai, dan sistem, termasuk sistem politik dan ekonomi. Mereka menganjurkan pembentukan partai tunggal negara totaliter yang berusaha mobilisasi massa suatu bangsa dan terciptanya "manusia baru" yang ideal untuk membentuk suatu elit pemerintahan melalui indoktrinasi, pendidikan fisik, dan eugenika kebijakan keluarga termasuk. Fasis percaya bahwa bangsa memerlukan kepemimpinan yang kuat, identitas kolektif tunggal, dan akan dan kemampuan untuk melakukan kekerasan dan berperang untuk menjaga bangsa yang kuat. pemerintah Fasis melarang dan menekan oposisi terhadap negara. Fasisme didirikan oleh sindikalis nasional Italia dalam Perang Dunia I yang menggabungkan sayap kiri dan sayap kanan pandangan politik, tapi condong ke kanan di awal 1920-an.
• Demokrasi Ekonomi
Demokrasi
ekonomi terkait erat dengan pengertian kedaulatan rakyat di bidang
ekonomi. Istilah kedaulatan rakyat itu
sendiri biasa dikembangkan oleh para ilmuwan
sebagai konsep filsafat hukum dan
filsafat politik. Sebagai istilah, kedaulatan rakyat itu lebih sering digunakan
dalam studi ilmu hukum daripada istilah demokrasi yang biasa dipakai dalam ilmu
politik. Namun, pengertian teknis keduanya sama saja, yaitu sama-sama berkaitan
dengan prinsip kekuasaan yang berasal dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.
B. Perbedaan
bisnis yang hanyan mengejar keuntungan dan Bisnis yang tidak mengejar
keuntungan
Di dalam ilmu
perekonomian, bisnis merupakan termasuk organisasi penjual untuk menjual barang
atau menawarkan jasa kepada para konsumen atau kegiatan berbisnis lainnya, yang
berupaya memperoleh laba. Secara
sejarah, kata-kata bisnis diambil dari bahasa inggris yang disebut business
dalam arti “sedang sibuk untuk mengerjakan pekerjaan dan kegiatan yang bias mendatangkan
keuntungan” dalam ruang lingkup individu,komunitas atau masyarakat. Di dalam ekonomi kapitalis, banyak bisnis
dimiliki para pihak swasta, bisnis tersebut dibangun hanya sekedar untuk
menambah kesejahteraan dan memperoleh profit. Pemilih dan pekerja dari sebuah
bisnis akan memperoleh upah sesuai dengan usaha, waktu atau modal yang sudah
mereka berikan. Tetapi semua bisnis yang ada tidak hanya menginginkan
keuntungan. Contoh bisnis yang tidak mengejar keuntungan ialah bisnis koperatif
yang mempunyai tujuan meningkatkan kesejahteraan anggotanya atau instuisi pada
pemerintahan yang mempunyai tujuan mensejahterakan rakyat. Tipe bisnis tersebut
bertentangan dengan sistematik sosialitik, dimana bisnis-bisnis besar yang
kebanyakan dimiliki oleh serikat pekerja, masyarakat umum, atau pemerintah.
C. Perbandingan
pandangan masyarakat zaman sekarang dengan masyarakat zaman dahulu tentang
profesi bisnis
• Zaman
dahulu
Pada
zaman dulu orang terpandang, kaum intelektual, ahli agama
menutup minatnya terhadap bisnis, ada rasa malu menerjuni bidang ini.Pekerjaan
di bidang bisnis pada masa lalu belum menarik bagi anak muda dibandingkan
dengan masa sekarang. Hal ini tidak terlepas dari latar belakang sejarah
pekerjaan bisnis di negara kita. karena bisnis belum dianggap sebagi profesi
bagi mereka.
• Zaman
sekarang
Sekarang banyak kemajuan
pandangan masyarakat kita terhadap bisnis dibandingkan dengan satu atau dua
dekade yang lalu. sekarang banyak anak muda yang mulai tertarik, mulai melirik
profesi bisnis, karena menurut mereka profesi ini cukup menjanjikan masa depan
yang cerah. Kaum remaja zaman sekarang, dengan latar belakang profesi orang tua
yang beraneka ragam, mulai mengarahkan pandangannya ke bidang bisnis. Hal ini
didorong oleh kondisi persaingan diantara pencari kerja yang mulai ketat, dan
lowongan pekerjaan mulai terasa sempit.Pada era globalisasi seperti ini, semua
manusia mempunyai kebutuhan yang serbaneka, dan kebutuhan ini harus dipenuhi,
yaitu berupa kebutuhan akan makanan, pakaian, dan perumahan atau istilah
populernya adalah kebutuhan akan pangan, papan, dan sandang, mulai dari bentuk
yang sederhana sampai kebentuk yang mewah, canggih dan sangat mahal dengan
segala perlengkapannya.
